BAGU, UNIQHBA – Dalam upaya mendorong transformasi digital di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat, akademisi Universitas Qamarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) menginisiasi Pelatihan dan Pendampingan Penerapan IRPA (Integrated Realtime Performance Assessment) Mobile Sensing.

Kegiatan yang berlangsung pada 23–26 September 2026 di SMP Islam Al-Azhar NW Kayangan, Kabupaten Lombok Barat ini ditujukan untuk membekali guru-guru IPA SMP dengan instrumen asesmen praktikum berbasis digital.

Agenda pelatihan ini dihadiri oleh 18 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Lombok Barat, 10 guru SMP Islam Al-Azhar NW Kayangan, serta 3 mahasiswa dari Universitas Qamarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) dan Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA).

Kolaborasi Inovasi Akademisi dan Pengembangan Sekolah

Pelatihan menghadirkan Dr. H. Sudirman, M.Pd. sebagai Ketua Tim Pengembang IRPA Mobile Sensing, serta H. Yusran Khery, M.Pd. (Tim Pengembang IRPA Mobile Sensing dari UNIQHBA) yang bertindak sebagai pemateri, moderator, sekaligus pendamping kegiatan.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Sudirman, M.Pd. menjelaskan bahwa pembelajaran IPA memiliki karakteristik khas yang tidak hanya mengukur ranah kognitif melalui tes tertulis, tetapi juga keterampilan proses ilmiah dan sikap siswa saat melakukan praktikum.

"Perkembangan pendidikan menuntut penilaian yang lebih objektif dan komprehensif. IRPA Mobile Sensing hadir untuk membantu guru melakukan asesmen autentik secara cepat, akurat, dan terintegrasi selama proses praktikum berlangsung," ujar Dr. Sudirman.

Sementara itu, H. Yusran Khery, M.Pd. memandu para peserta secara teknis dalam mengoperasikan aplikasi IRPA Mobile Sensing, mulai dari penyusunan instrumen penilaian, imputasi data siswa, pengamatan langsung, hingga analisis hasil asesmen secara real-time.

Penerapan Langsung pada Pembelajaran Praktikum

Tidak hanya teori, kegiatan dilanjutkan dengan implementasi dan simulasi praktikum IPA di kelas yang melibatkan 24 siswa, 1 guru model, serta 1 guru pengamat. Melalui simulasi ini, peserta dapat merasakan kemudahan merekam dan mendokumentasikan perkembangan keterampilan siswa secara praktis dan terstruktur.

Para guru peserta apresiatif terhadap hadirnya teknologi ini. Penggunaan IRPA Mobile Sensing dinilai sangat membantu efisiensi guru dalam mengevaluasi kinerja praktikum siswa secara transparan dan akurat.

Komitmen UNIQHBA untuk Pendidikan Abad 21

Keterlibatan civitas akademika UNIQHBA dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekosistem pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Melalui program pendampingan ini, para guru juga didorong untuk terus berinovasi dalam memproduksi media edukasi digital, seperti modul praktikum digital, video pembelajaran, dan karya ilmiah berbasis pengalaman mengajar.

Ke depan, aplikasi IRPA Mobile Sensing diharapkan tidak sekadar menjadi alat bantu penilaian, melainkan menjadi pemicu terciptanya pembelajaran IPA yang lebih interaktif, relevan, dan berpusat pada peserta didik (student-centered learning).