Bagu (1/7/2026) – Sebuah capaian inovatif kembali ditunjukkan oleh sivitas akademika Universitas Qamarul Huda Badaruddin (UNIQHBA). Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Sains dan Teknologi, Misbahul Munzir, berhasil mengembangkan sistem monitoring detak jantung sapi berbasis Arduino yang memanfaatkan sensor Electrocardiogram (ECG) dan media penyimpanan SD Card.
Karya kreatif yang dikembangkan sebagai tugas akhir ini lahir sebagai solusi nyata untuk membantu peternak memantau kondisi kesehatan sapi secara cepat, praktis, dan terdokumentasi dengan baik.
Menurut Misbahul Munzir, idenya ini bermula dari keprihatinan terhadap proses pemantauan kesehatan sapi di lapangan yang sebagian besar masih dilakukan secara konvensional. Akibatnya, pencatatan data fisiologis ternak belum tersimpan secara sistematis sehingga riwayat kesehatan sapi sulit dianalisis dalam jangka panjang.
Melalui kompetensi keilmuan yang didapatkannya di bangku kuliah UNIQHBA, ia melihat pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi tepat untuk meningkatkan efektivitas serta akurasi monitoring kesehatan ternak.
Sistem cerdas yang dikembangkan ini menggunakan sensor ECG AD8232 untuk mendeteksi aktivitas kelistrikan jantung sapi. Selanjutnya, sinyal yang diperoleh diproses oleh Arduino Uno sehingga menghasilkan informasi detak jantung dalam satuan Beat Per Minute (BPM).
Kemudian, hasil pengukuran ditampilkan secara real-time melalui layar LCD I2C sehingga peternak dapat memantau kondisi fisiologis sapi secara langsung di lokasi.
Hebatnya, sistem ini juga dilengkapi dengan modul SD Card yang berfungsi menyimpan seluruh data hasil monitoring secara otomatis. Dengan demikian, setiap hasil pengukuran dapat didokumentasikan dan diakses kembali untuk kebutuhan evaluasi maupun analisis kesehatan ternak dalam jangka panjang. Fitur tersebut diharapkan mampu membantu peternak dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat terkait penanganan serta perawatan sapi.
Dalam menyelesaikan inovasi ini, Misbahul menerapkan metode Prototype yang meliputi beberapa tahapan riset yang terstruktur:
-
Perancangan perangkat keras (hardware)
-
Pengembangan perangkat lunak (software)
-
Integrasi komponen
-
Pengujian sistem secara menyeluruh
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, alat ini terbukti mampu mengakuisisi sinyal ECG dengan baik serta mengolah data detak jantung secara otomatis. Proses penyimpanan data ke media SD Card juga berjalan sukses sesuai dengan rancangan awal. Dengan keberhasilan ini, sistem tersebut sangat siap dimanfaatkan sebagai media dokumentasi kesehatan ternak yang efektif.
“Dengan adanya sistem monitoring berbasis teknologi ini, peternak diharapkan memperoleh informasi kondisi fisiologis sapi secara lebih akurat. Selain itu, potensi gangguan kesehatan dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujar Misbahul Munzir dengan optimis.
Meskipun masih memerlukan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan kestabilan sinyal ECG di berbagai kondisi lapangan, prototipe ini telah menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan sebagai salah satu produk inovasi teknologi orisinal di bidang peternakan.
Ke depannya, sistem ini direncanakan untuk ditingkatkan lebih jauh dengan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT). Melalui integrasi IoT, hasil monitoring nantinya dapat dipantau secara daring (online) dari jarak jauh melalui komputer maupun telepon pintar (smartphone).
Inovasi yang dilahirkan oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UNIQHBA ini diharapkan tidak hanya menjadi karya akademik semata, melainkan mampu mendukung modernisasi sektor peternakan, meningkatkan efisiensi pengelolaan kesehatan ternak, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas secara berkelanjutan.