BAGU, UNIQHBA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Qamarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) sukses menyelenggarakan kegiatan akademik bergengsi Webinar LPPM Series VII pada Jumat, 26 Juni 2026. Mengangkat tema krusial "Strategi Lolos Penilaian Substansi Hibah Penelitian Kemendiktisaintek", webinar ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh hampir 100 peserta yang terdiri dari kalangan dosen, akademisi, dan peneliti internal maupun eksternal.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan (Opening Speech) oleh Rektor UNIQHBA Bagu, Dr. H. Menap, S.Kp., M.Kes. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian di lingkungan perguruan tinggi sebagai instrumen utama dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional.

Untuk membedah strategi secara komprehensif, LPPM UNIQHBA menghadirkan pakar sekaligus Reviewer Penelitian Kemendiktisaintek nasional nasional sebagai pembicara utama (Keynote Speaker), yaitu Prof. Dr. Ir. Abdul Rahim, STP., MP., IPM., ASEAN Eng. dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako.

Efek Domino Penelitian bagi Dosen dan Institusi

Dalam pemaparan materinya, Prof. Abdul Rahim menggarisbawahi bahwa aktivitas riset dan publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi seperti Sinta dan Scopus memiliki dampak berantai (multiple effect) yang sangat besar.

“Penelitian bukan sekadar menggugurkan kewajiban Tri Dharma. Bagi dosen pribadi, ini adalah motor penggerak kenaikan Jabatan Fungsional Academic. Bagi universitas, performa riset adalah pilar utama dalam Akreditasi Program Studi dan Institusi, sekaligus menjadi dongkrak utama dalam branding pemeringkatan universitas (University Ranking),” papar Prof. Abdul Rahim.

Strategi Menulis dan Meloloskan Proposal

Narasumber membagi materi ke dalam beberapa tahapan taktis, mulai dari persiapan awal (Before), manajemen penulisan, hingga evaluasi akhir (After). Beberapa poin penting dalam penulisan proposal yang bijak antara lain:

  1. Mulai mempersiapkan narasi dari komponen yang paling mudah dan kerjakan di awal waktu.

  2. Melakukan peer-review atau diskusi mendalam dengan tim riset, serta selalu menyiapkan backup file dan bank proposal.

  3. Memperbaiki dan menyempurnakan CV pengusul. Jika H-index peneliti masih rendah, disarankan bergabung sebagai anggota dalam kelompok periset lain yang lebih senior.

  4. Memperhatikan tingkat kemiripan naskah (similarity) dengan batas toleransi tertinggi 35% bagi proposal yang pernah ditolak dan ingin diajukan kembali setelah perbaikan.

  5. Membaca secara cepat 50 hingga 100 referensi mutakhir yang relevan serta selalu menempatkan diri pada perspektif reviewer.

Prof. Abdul Rahim juga membagikan 5 Tips Utama Lolos Pendanaan, yaitu:

  1. Memiliki tujuan dan peta jalan (road map) penelitian yang jelas.

  2. Memiliki urgensi (nilai penting) yang tinggi.

  3. Memberikan manfaat yang besar.

  4. Memiliki unsur kebaruan (novelty).

  5. Menunjukkan keunggulan substansi riset.

Bedah Penilaian Administrasi dan Substansi di Sistem BIMA

Peserta webinar juga diajak membedah langsung komponen penilaian yang ada pada sistem BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Prof. Abdul Rahim menjelaskan secara rinci perbedaan kriteria antara Skema Penelitian Dasar (seperti PDP, PDP Afirmasi, Penelitian Pascasarjana, Fundamental, dan PKPT) dengan Skema Penelitian Terapan, terutama yang berkaitan dengan target Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT).

Tim reviewer akan menilai empat kriteria utama substansi proposal:

  1. Rekam Jejak yang Relevan: Publikasi, kekayaan intelektual, relevansi kepakaran ketua pengusul berdasarkan kata kunci, serta jumlah kolaborator publikasi internasional bereputasi.

  2. Urgensi Penelitian: Ketajaman perumusan masalah, inovasi pendekatan, state of the art, kebaruan, dan akurasi roadmap penelitian.

  3. Metode: Akurasi metode, kejelasan pembagian tugas tim sesuai kepakaran, kesesuaian dengan waktu/luaran, serta kredibilitas mitra pendukung.

  4. Referensi: Kebaruan referensi (pustaka primer dan mutakhir di atas 80%) serta relevansi kualitas jurnal yang disitasi.

Selain substansi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai kelayakan Rencana Anggaran Biaya (RAB), di mana reviewer memiliki otoritas penuh untuk melakukan justifikasi anggaran seperti mengurangi nilai harga satuan, mengurangi volume, hingga menghilangkan komponen belanja yang tidak relevan dengan metode penelitian.

Sesi pemaparan materi diakhiri dengan diskusi interaktif yang disambut antusias oleh ratusan peserta melalui sesi tanya jawab. Kegiatan Webinar LPPM Series VII ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi para dosen UNIQHBA untuk lebih produktif, kompetitif, dan sukses menembus pendanaan hibah nasional Kemendiktisaintek di masa yang akan datang.

Acara ini bersifat gratis (Free Webinar) dan seluruh peserta yang mendaftar melalui laman resmi LPPM mendapatkan E-sertifikat sebagai bentuk apresiasi akademik. (Humas/UNIQHBA)